Respon Kasus Penjangkauan Calon Penerima Manfaat Time Bound Shelter 2019


Konsep penjangkauan dalam proses seleksi penerima manfaat merupakan penyempurnaan dari proses penerimaan penerima manfaat yang telah dilakukan ketika masih berbentuk Panti. Penyempurnaan seleksi penerima manfaat sejalan dengan perubahan nomenklatur dari Panti menjadi Balai yang berhubungan dengan perubahan core business Balai dimana penyelenggaraan Progres 5.0 pada cluster Tuna Susila dan Korban Perdagangan Orang dititikberatkan pada pemberian pelayanan sosial lanjut (advance social service) dalam hal ini bagi ODHA.

Penjangkauan pada awal tahun ini dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 Juli 2019 yang tersebar di 4 Lokasi, yaitu di Manado (Sulawesi Utara), Kota Gorontalo (Gorontalo), Tobelo (Halmahera Utara) dan Ambon (Maluku). Penjangkauan dilaksanakan oleh Seksi Assesmen dan Advokasi Sosial, dengan menugaskan satu orang petugas ke lokasi. Assesmen dilaksanakan langsung di lokasi calon penerima manfaat dalam rangka mencocokan aspek-aspek pada calon penerima manfaat dengan kriteria berbagai program Balai baik yang dilaksanakan di dalam maupun luar Balai.

Program layanan dalam Balai berkonsep Time Bound Shelter tersedia dalam 3 jenis dan durasi layanan yaitu 4 bulan, 2 Bulan dan 2 Minggu. Setiap jenis dan durasi layanan dalam balai memiliki kriteria masing-masing yang harus dipenuhi oleh calon penerima manfaat. Untuk layanan luar balai, terdapat 6 program layanan antara lain, Tim Reaksi Cepat, Komunikasi Informasi dan Komunikasi, Home Based Care, Community Based Care, Rumah Antara dan Kemandirian.

Penjangkauan 4

Penentuan penerima manfaat dalam konsep penjangkauan akan ditetapkan melalui hasil case conference yang melibatkan pihak-pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, LKS, beserta Assesor/Petugas penjangkauan. Berdasarkan hasil penjangkauan yang telah dilaksanakan ditetapkan total 23 orang calon penerima manfaat yang memenuhi syarat dan kriteria awal untuk mendapatkan layanan Time Bound Shelter di BRSODH “Wasana Bahagia” di Ternate, dengan rincian masing-masing 4 orang dari Provinsi Gorontalo, 9 orang Provinsi Sulawesi Utara, 5 orang dari Provinsi Maluku dan 5 orang dari Provinsi Maluku Utara. Calon Penerima Manfaat yang telah memenuhi persyaratan berdasarkan hasil penjangkauan kemudian bersama-sama dengan petugas berangkat ke BRSODH “Wasana Bahagia” di Ternate untuk menjalani reassesmen untuk persiapan mengikuti rehabilitasi sosial di dalam Balai.(Qadriansyah/Penyuluh Sosial)

Posted in Pelayanan Sosial on Jul 24, 2019