Perkuat dukungan terhadap ODH, Balai Wasana Bahagia laksanakan ATENSI berbasis keluarga


Stigma negatif dan perilaku diskriminasi kepada orang dengan HIV / ODH merupakan momok terbesar yang dihadapi oleh setiap ODH. Ironisnya hal tersebut sering terjadi di lingkungan keluarga. Bentuk diskriminasi yang diterima bisa berupa pemisahan alat makan dan lain sebagainya, hal inilah yang menyebabkan banyak ODH yang menyembunyikan status hiv nya kepada keluarga terdekat.

TRC 2

Untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sosial keluarga yang memiliki anggota keluarganya adalah ODH, Balai Wasana Bahagia Ternate melaksanakan Asistensi Rehabilitasi Sosial / ATENSI berbasis Keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Ternate pada bulan Juni tahun 2020 dan diikuti oleh 10 keluarga. Dalam Atensi berbasis keluarga ini mencakup layanan pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, perawatan sosial dan dukungan keluarga.

TRC 2 Bentuk kegiatan program ATENSI berbasis keluarga ini adalah layanan kunjung dari pekerja sosial dan tim rehabilitasi sosial untuk memberikan edukasi yang benar kepada keluarga terkait hiv. Sering stigma negatif dan diskriminasi kepada ODH berangkat dari pemahaman yang salah. Informasi palsu atau hoax terkait HIV yang berseliweran di media sosial semakin memperparah terjadinya stigma. Oleh karenanya edukasi ini penting untuk meluruskan persepsi dan membangun pemahaman yang benar sehingga keluarga mampu berperan dalam memberikan dukungan kepada ODH terlebih pada kepatuhan mereka dalam terapi ARV.

TRC 2 Selain layanan kunjung dalam ATENSI berbasis Keluarga ini peserta juga diberikan pelatihan kewirausahaan. Mereka diberikan pelatihan bisnis kuliner on line yang kini sedang menjamur. Dengan menjual secara on line mereka tidak perlu lagi menyewa ruko yang mahal, cukup berbekal smartphone dan akun media sosial peserta sudah dapat menjajakan makanannya. Didampingi oleh instruktur yang telah memiliki bisnis kuliner on line, peserta di ajarkan bagaimana membuat makanan yang sedang digandrungi oleh konsumen.

Diakhir kegiatan peserta ATENSI berbasis keluarga diberikan Bantuan Sosial kewirausahaan sebesar 3 juta rupiah yang disalurkan melalui cash transfer. Bantuan ini harus dimanfaatkan peserta sesuai dengan proposal usaha yang telah disepakati sebelumnya. ATENSI berbasis Keluarga dilaksanakan dengan mengacu pada protocol kesehatan pencegahan penyebaran covid 19 dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum kegiatan dimulai. (ndaru suranta, peksos)

Posted in Pelayanan Sosial on Dec 16, 2020