“ My Hope ” Social Community Based Care Pertama Panti Sosial Rehabilitasi Sosial ODH ‘Wasana Bahagia’ di Ternate

Saat ini telah terjadi epidemik penyebaran hiv secara global. Setiap harinya terdapat lebih dari 6800 orang hiv baru dan lebih dari 5700 orang meninggal dunia setiap harinya dikarenakan aids. Dan pada tahun 2007 penyandang odha secara global diperkirakan sudah mencapai 33.2 juta jiwa. Lajunya penyebaran penyakit ini salah satunya dikarenakan kurangnya sahabat odha dalam mengakses pengobatan ARV dan pencegahan hiv.

Pada kurun waktu tahun 2014 hingga tahun 2017 menurut data komisi penanggulangan hiv aids Propinsi Maluku Utara didapatkan data orang dengan hiv aids di Provinsi Maluku Utara sebanyak 925 orang, dimana di Kabupaten Halmahera Tengah sebanyak 9 orang, Halmahera Timur sebanyak 44 orang, Kabupaten Halmahera Selatan sebanyak 30 orang, Kabupaten Morotai sebanyak 20 orang, Kepulauan sula sebanyak 23 orang, Kota Tidore Kepulauan sebanyak 39 orang, Kabupaten Halmahera Utara sebanyak 364 orang dan Kota Ternate sebanyak 324 orang.

Sebagian besar sahabat odha lebih memilih untuk menyembunyikan status hivnya. Hal ini untuk menghindari kemungkinan stigma negatif yang mungkin mereka terima apabila masyarakat sekitar mengetahui status hivnya. Karena tidak jarang stigma ini akan berujung pada perilaku diskriminatif dari masyarakat kepada sahabat odha ketika mereka hendak menjalankan peran sosialnya di masyarakat. Dan ini yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara dimana sahabat odha tidak saling mengenal satu sama lain. Meskipun mereka mengambil obat ARV ( obat untuk odha ) di loket yang sama dan dirumah sakit yang sama pula.

Kondisi dimana penyandang odha merasa “sendirian” tentunya kurang menguntungkan bagi mereka. Karena stigma negatif dan diskriminasi tidak mungkin hilang dengan sendirinya. Mereka harus membentuk komunitas dimana didalamnya tergabung sesama sahabat odha yang saling memberikan dukungan, saling berbagi sumber dan berbagi informasi. Selain itu dengan bergabung dalam suatu komunitas, sahabat odha akan merasa mereka tidak sendirian. Masih banyak diluar sana sahabat odha selain dirinya.

Untuk menjawab permasalahan ini Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Hiv “Wasana Bahagia’ di Ternate melakukan inovasi pelayanan rehabilitasi sosial yang bernama Social Community Based Care untuk odha. Dalam program ini panti memfasilitasi agar sahabat odha khususnya di kabupaten Halmahera Utara untuk termotivasi membentuk kelompok / komunitas bagi sesama sahabat odha.

Berkerja sama dengan Klinik Kusuri Yayasan Hohidiahi dimana mereka merupakan klinik yang memberikan pelayanan perawatan, dukungan dan pengobatan bagi sahabat odha di Kabupaten Halmahera Utara, Panti Sosial Rehabilitasi Sosial odh ‘ Wasana Bahagia ‘ Ternate melahirkan community based care bagi sahabat odha pertama yang bernama ‘My Hope’. My hope adalah kelompok yang di isi oleh sesama sahabat odha dimana mereka saling memberikan motivasi kepada sesamanya. Bertukar informasi seputar pengalaman mereka menjalani pengobatan arv dan berbagi keluh kesah menjadi seorang odha. Beberapa kali My Hope telah melakukan kegiatan diantaranya adalah pertemuan di Pantai Kupa Tobelo dimana dalam pertemuan ini My Hope membentuk formatur kepengurusannya sekaligus piknik bersama dengan anggota keluarga sesama sahabat odha.

Kedepan menjadi tantangan bagi Panti Sosial Rehabilitasi Sosial odh ‘Wasana Bahagia’ Ternate untuk menjadikan ‘My Hope’ ini sebagai “rumah” yang nyaman dan aman bagi sahabat odha didalamnya. Menjadi tempat dimana sahabat odha tidak perlu risau dan was-was ketika hendak membicarakan status hiv nya, sebagai sarana saling mengingatkan dan memotivasi sahabat odha menjalani kepatuhan meminum obat arv dan yang terpenting lagi adalah bagimana My Hope mampu menjadi kepanjangan tangan panti dalam melakukan penjangkauan pelayanan rehabilitasi sosial bagi sahabat odha di Kabupaten Halmahera Utara. (ndaru /peksos)

Posted in Pelayanan Sosial on Mar 08, 2018