KEWIRAUSAHAAN PENERIMA MANFAAT PSRS ODHIV “WASANA BAHAGIA” DI TERNATE


Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan rehabilitasi social penerima manfaat, Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV “Wasana Bahagia” di Ternate mengadakan kegiatan kewirausahaan penerima manfaat sebagai salah satu bentuk pembekalan pengetahuan berwirausaha dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri sesuai dengan kemampuannya sebelum mengakhiri masa rehabilitasi sosialnya di dalam panti.

Bertempat di aula pertemuan Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV “Wasana Bahagia” di Ternate, kegiatan kewirausahan penerima manfaat dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 8 Agustus 2017. Acara dibuka oleh Kepala Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV “Wasana Bahagia” di Ternate Drs. Juhairi, M AP setelah penyampaian laporan kegiatan dari Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial Ibu Jamila Moh. Zen, SE.

Kegiatan kewirausahaan yang setiap tahun rutin dilaksanakan untuk penerima manfaat dikemas agar penerima manfaat memiliki pengetahuan dasar berwirausaha. Tahun ini kegiatan kewirausahaan selain pemberian materi dan praktik oleh narasumber, penerima manfaat juga mempromosikan hasil ketrampilannya dengan memajang secara menarik hasil bimbingan ketrampilan setiap kelas ketrampilan di ruang pertemuan kegiatan kewirausahaan.

Setelah acara pembukaan penerima manfaat langsung mendapatkan materi dari narasumber pengusaha jus sari buah pala di Kota Ternate, Bapak Nadra Musa. Materi yang disampaikan adalah berbagi pengalaman berwirausaha dan bagaimana memilih alternatif usaha yang potensial. Dalam penyampaian materinya Bapak Nadra Musa bercerita pengalaman pertama kalinya berwirausaha sebelum akhirnya mengembangkan buah pala sebagai bahan utama untuk membuat jus. Memilih buah pala karena Ternate memiliki kekayaan rempah-rempah. Nara sumber memberikan motivasi kepada penerima manfaat untuk memiliki semangat untuk mengembangkan usaha sesuai dengan pembelajaran ketrampilan yang diberikan oleh pihak panti.

Selain menggunakan metode ceramah, dan tanya jawab kegiatan kewirausahaan penerima manfaat juga dibekali dengan praktik menghasilkan produk yang banyak dijumpai di masyarakat. Sesion praktek ini menjadi sangat menarik karena penerima manfaat langsung mengolah bahan dasar pala untuk diolah menjadi jus sari bua pala. Seperti kita ketahui bahwa Maluku Utara banyak kita jumpai pohon pala. Buahnya yang tidak mengenal musim sangat cocok dijadikan bahan untuk menghasilkan produk unggulan yang bernilai ekonomis. Selama ini buah pala hanya diambil buah dan bunganya saja, sedangkan daging buah pala tidak banyak yang memanfaatkan. Daging buah pala atau lebih di kenal dengan nama gosara yang selama ini dibuang sekarang bisa dijadikan produk unggulan bernilai ekonomi untuk dijadikan produk olahan berupa sirup pala, manisan pala, dan selai pala.

Antusiasme nara sumber bapak Nadra Musa dalam memberikan materi dan berbagi pengalaman berwirausaha serta mengajarkan praktik bagaimana mengolah pala dengan baik dan bernilai jual tinggi membuat penerima manfaat bersemangat. Harapannya dengan kegiatan kewirausahaan penerima manfaat banyak memperoleh ilmu dan lebih memantapkan kemampuan penerima manfaat menghasilkan produk barang atau jasa yang bernilai ekonomis, mengelola hasil produk barang dan jasa yang dihasilkan dan meningkatkan kemampuan memasarkan hasil produk. Sehingga ketika penerima manfaat kembali ke masyarakat sudah memiliki spirit of enterpreuner dan bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari . (oleh : Dwiani Rafikasari/Pekerja Sosial )

Posted in Pelayanan Sosial on Aug 09, 2017